Arch Linux adalah distro Linux ringan dan fleksibel yang mengikuti prinsip KISS (Keep It Simple, Stupid). Cocok buat developer, power user, dan orang yang pengen kontrol penuh atas sistemnya.
Explore ArchArch Linux adalah distribusi GNU/Linux independen berbasis model rolling release yang berfokus pada kesederhanaan, transparansi, dan kontrol penuh oleh pengguna. Filosofi utamanya adalah KISS (Keep It Simple, Stupid) — bukan berarti mudah untuk pemula, tetapi sederhana secara struktur dan desain.
Berbeda dengan distro seperti Ubuntu atau Fedora yang sudah menyertakan banyak paket bawaan, Arch hadir dalam keadaan sangat minimal. Setelah instalasi, kamu hanya mendapatkan sistem dasar (base system). Semua desktop environment, driver, aplikasi, hingga tools development dipasang manual sesuai kebutuhan.
Arch menggunakan package manager bernama pacman yang cepat dan efisien. Selain repository resmi (core, extra, community), Arch juga terkenal dengan AUR (Arch User Repository) — repositori komunitas berisi ribuan paket tambahan yang bisa di-build menggunakan makepkg atau AUR helper seperti yay.
Karena model rolling release, pengguna selalu mendapatkan kernel dan software terbaru tanpa perlu upgrade versi distro (tidak ada Arch 1.0, 2.0, dll). Cukup jalankan:
dan sistem akan selalu up to date.
Tidak ada reinstall versi baru. Update terus menerus ke versi terbaru.
User menentukan sendiri bootloader, filesystem, desktop environment, bahkan kernel.
Salah satu dokumentasi Linux terbaik dan terlengkap di dunia open-source.
Arch Linux dibuat oleh Judd Vinet pada tahun 2002. Tujuannya adalah membuat distro yang sederhana, ringan, dan fleksibel dibanding distro lain saat itu. Sekarang Arch dikembangkan oleh komunitas global yang aktif dan solid.
Metode ini cocok buat pemula yang ingin install cepat tanpa setting manual terlalu banyak. Script archinstall akan memandu kamu lewat menu interaktif.
Pastikan memilih disk yang benar agar tidak salah format.
Metode manual memberikan kontrol penuh terhadap sistem. Kamu belajar cara kerja partisi, mount, bootloader, dan konfigurasi Linux dari dasar.
Untuk UEFI, perlu membuat EFI partition (FAT32) dan mount ke /boot/efi sebelum install GRUB.
Setelah reboot, kamu bisa install desktop environment dengan:
64-bit processor (x86_64)
Minimum 512MB (2GB recommended)
Minimum 2GB (20GB recommended)
Dibutuhkan untuk install awal
AUR adalah repositori komunitas berisi ribuan paket tambahan yang tidak tersedia di repository resmi. User dapat mengunduh PKGBUILD dan membangun paket secara manual menggunakan makepkg atau AUR helper seperti yay.
Cocok untuk testing fitur kernel terbaru dan driver terbaru.
Bisa pakai i3, Hyprland, GNOME, KDE, atau window manager minimal.
Install manual bikin ngerti boot process, partitioning, systemd, dll.